ads

Monday, February 1, 2016

Metode Pembelajaran Kurikulum 2013 (Kurtilas)

Metode Pembelajaran Kurikulum 2013 (Kurtilas)








Discovery Learning


Tahap

Aktivitas Guru dan Peserta Didik

Tahap 1

Menyediakan fakta awal untuk diamati peserta didik

Guru menyajikan beberapa contoh dan bukan contoh dari suatu konsep sehingga peserta didik merasa tertarik untuk bertanya lebih jauh.

Tahap 2

Mengklasifikasikan fakta yang diusulkan peserta didik

Guru mendoron anak untukmenanyakan fakta tambahan dan guru meresponnya dengan mengatakan “contoh” atau “bukan contoh” sehingga peserta didik memperoleh lebih banyak contoh dan bukan contoh.

Tahap 3
Menganalisis fakta dengan mencari polanya

Guru menata contoh contohnya saja, dan mengajak peserta didik untuk menemukan kesamaan daricontoh contoh tersebut

peserta didik untuk menemukan kesamaan dari 
contoh contoh tersebut
Tahap 4 
Menghasilkan dugaan tentang maksud dari fakta yang diberikan
 Guru mengajak peserta didik untuk merumuskan dugaan mereka tentang konsep yang dipelajari dari contoh-contohnya tersebut
 Tahap 5 
Memfasilitasi peserta didik untuk berbagi hasil penalaran (dugaannya)
 Guru mengajak kelompok-kelompok untuk berbagi dugaannya dan mendiskusikan sehingga diperoleh dugaan bersama
 Tahap 6
 Mendorong peserta didik untuk menyimpulkan
 Guru memberikan penegasan tentang maksud dari konsep itu
 Tahap 7
 Membantu peserta didik lebih mantap memahami konsepnya
 Guru memberikan latihan-latihan untuk memantapkan pemahaman peserta didik


Sesuai dengan namanya, maka di dalam pembelajran dengan metode penemuan, peserta didik  dituntut untuk menemukan sesuatu. Biasanya sesuatu yang ditemukan itu adalah konsep. Artinya dengan belajar penemuan, anak-anak tidak diberi tahu terlebih dahulu   konsepnya, dan setelah mereka mengamati, menanya, menalar, dan mencipta serta mencoba mereka akhirnya menemukan konsep itu.

Sebagai contoh, ketika  kita  mengajarkan bilangan prima  dengan metode penemuan, maka yang akan diberikan mula-mula kepada peserta didik peserta didik adalah beberapa contoh dan bukan contoh dari prima. Setelah dipandang cukup memadai, peserta didik  diminta untuk mengumpulkan contoh-contoh dari bilangan prima itu, dan menemukan polanya serta menyimpulkan apa yang dimaksud dengan bilangan prima. Jadi definisi bilangan prima, kalau dengan metode penemuan ini, ditemukan oleh peserta didik, bukan hasil dari diberi tahu guru atau membaca definisi di buku.

Catamtan:
Pembelajaran dengan  Metode  Penemuan  merupakan  metode  yang  tidak menuntut waktu yang lama. Ia bisa digunakan dalam satu kali tatap muka.


Dari model-model pembelajaran yang telah diuraikan di atas, model pembelajaran dengan metode penemuan bisa diterapkan untuk kegiatan sehari- hari.  Sedangkan Project  Based  Learning  dan  Problem  Based  Learning  lebih cocok digunakan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang dikembangkan pada konsep kurikulum 2013...untuk metode lainnya akan dibahas pada pertemuan selanjutnya."

No comments:

Post a Comment