ads

Tuesday, January 29, 2019

PERUBAHAN KURIKULUM 2013 REVISI TERBARU 2019

Asssalamuallaikum, wr.wr

Salam semangat ya bagi semua guru dan siswa di seluruh Indonesia, kali ini saya akan membahas tentang kebijakan perubahan demi peruhan pada Kurikulum 2013 Revisi Terbaru..

Nah.. jadi bagi yang baru tau berikut sekilas tentang perjalaan perubahan Kurikulum Sekolah.
Pada tahun 2013 pemerintah mengelurkan kurikulum baru yang diberi nama Kurikulum 2013 atau dikenal dengan KURTILAS , yang menggantikan kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),..

Tujuan dari perubahan kurikulum tersebut bertujuan untuk meningkatkan karakteristik peserta didik (Siswa) yang dipandang semakin banyaknya pengaruh-pengaruh global yang muncul sehingga memungkinkan akan mempengaruhi karakter peserta didik.

Nah Kurtilas atau Kurikulum 2013 ini juga mengalami perubahan-perubahan mulai dari 2013-2019..
dan kemungkinan akan mengalami Revisi kemabali di tahun2 berikutnya.

Berikut beberapa POIN-POIN perubahan Pada Kurikulum 2013 (KURTILAS)
  1. Nama kurikulum tidak berubah menjadi kurikulum nasional akan tetapi tetap Kurikulum 2013 Edisi Revisi yang berlaku secara Nasional.
  2. Penilaian sikap KI 1 & KI 2 sudah ditiadakan disetiap mata pelajaran hanya Agama dan PPKN namun KI tetap dicantumkankan dalam penulisan RPP.
  3. Jika ada 2 nilai praktik dalam 1 KD, maka yang diambil adalah nilai yang tertinggi. Penghitungan nilai ketrampilan dalam 1 KD  ditotal (praktek, produk, portofolio) dan diambil nilai rata-rata. Untuk pengetahuan, bobot penilaian harian, dan penilaian akhir semester itu sama.
  4. Pendekatan Scientific 5M bukanlah satu-satunya metode saat mengajar dan apabila digunakan maka susunannya tidak harus berurutan.
  5. Silabus kurtilas edisi revisi lebih ramping hanya 3 kolom. Yaitu KD, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran.
  6. Perubahan terminologi ulangan harian menjadi penilaian harian, uas menjadi penilaian akhir semester untuk semester 1 dan penilaian akhir tahun untuk semester 2. Dan sudah tidak ada lagi UTS, langsung ke penilaian akhir semester.
  7. Dalam RPP, tidak perlu disebutkan nama metode pembelajaran yang digunakan dan materi dibuat dalam bentuk lampiran berikut dengan rubrik penilaian (jika ada).
  8. Skala penilaian menjadi 1-100. Penilaian sikap diberikan dalam bentuk predikat dan deskripsi.
  9. Remedial diberikan untuk yang kurang namun sebelumnya siswa diberikan pembelajaran ulang. Nilai Remedial adalah nilai yang dicantumkan dalam hasil.     
Salah satu hasil Bimtek Kurikulum Nasional yang akan diberlakukan tahun pelajaran baru nanti. Kelengkapan yang seharusnya dimiliki guru adalah sebagai berikut..
BUKU KERJA GURU
A. BUKU KERJA 1 :
     1.  SKL, KI, dan KD
     2.  Silabus
     3.  RPP
     4.  KKM
B.  BUKU KERJA 2 :
     1.  Kode Etik Guru
     2.  Ikrar Guru
     3.  Tata Tertib Guru
     4.  Pembiasaan Guru
     5.  Kalender Pendidikan
     6.  Alokasi Waktu
     7.  Program Tahunan
     8.  Program Semester
     9.  Jurnal Agenda Guru
C.  BUKU KERJA 3 :
     1.  Daftar Hadir
     2.  Daftar Nilai
     3.  Penilaian Akhlak/Kepribadian
     4.  Analisis Hasil Ulangan
     5.  Program Pembelajaran Perbaikan & Pengayaan
     6.  Daftar Buku Pegangan Guru/Siswa
     7.  Jadwal Mengajar
     8.  Daya Serap Siswa Hb tidak
     9.  Kumpulan Kisi soal
   10.  Kumpulan Soal
   11.  Analisis Butir Soal
   12.  Perbaikan Soal
D.  BUKU KERJA 4 :
     1.  Daftar Evaluasi Diri Kerja Guru
     2.  Program Tindak Lanjut Kerja Guru

Hasil gambar untuk FOTO GURU PUSING

"BERAT YA JADI GURU KAMU GAK BAKALAN KUAT BIAR PAHLANWA SAJA" 

๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Monday, February 1, 2016

Metode Pembelajaran Kurikulum 2013 (Kurtilas)

Metode Pembelajaran Kurikulum 2013 (Kurtilas)








Discovery Learning


Tahap

Aktivitas Guru dan Peserta Didik

Tahap 1

Menyediakan fakta awal untuk diamati peserta didik

Guru menyajikan beberapa contoh dan bukan contoh dari suatu konsep sehingga peserta didik merasa tertarik untuk bertanya lebih jauh.

Tahap 2

Mengklasifikasikan fakta yang diusulkan peserta didik

Guru mendoron anak untukmenanyakan fakta tambahan dan guru meresponnya dengan mengatakan “contoh” atau “bukan contoh” sehingga peserta didik memperoleh lebih banyak contoh dan bukan contoh.

Tahap 3
Menganalisis fakta dengan mencari polanya

Guru menata contoh contohnya saja, dan mengajak peserta didik untuk menemukan kesamaan daricontoh contoh tersebut

peserta didik untuk menemukan kesamaan dari 
contoh contoh tersebut
Tahap 4 
Menghasilkan dugaan tentang maksud dari fakta yang diberikan
 Guru mengajak peserta didik untuk merumuskan dugaan mereka tentang konsep yang dipelajari dari contoh-contohnya tersebut
 Tahap 5 
Memfasilitasi peserta didik untuk berbagi hasil penalaran (dugaannya)
 Guru mengajak kelompok-kelompok untuk berbagi dugaannya dan mendiskusikan sehingga diperoleh dugaan bersama
 Tahap 6
 Mendorong peserta didik untuk menyimpulkan
 Guru memberikan penegasan tentang maksud dari konsep itu
 Tahap 7
 Membantu peserta didik lebih mantap memahami konsepnya
 Guru memberikan latihan-latihan untuk memantapkan pemahaman peserta didik


Sesuai dengan namanya, maka di dalam pembelajran dengan metode penemuan, peserta didik  dituntut untuk menemukan sesuatu. Biasanya sesuatu yang ditemukan itu adalah konsep. Artinya dengan belajar penemuan, anak-anak tidak diberi tahu terlebih dahulu   konsepnya, dan setelah mereka mengamati, menanya, menalar, dan mencipta serta mencoba mereka akhirnya menemukan konsep itu.

Sebagai contoh, ketika  kita  mengajarkan bilangan prima  dengan metode penemuan, maka yang akan diberikan mula-mula kepada peserta didik peserta didik adalah beberapa contoh dan bukan contoh dari prima. Setelah dipandang cukup memadai, peserta didik  diminta untuk mengumpulkan contoh-contoh dari bilangan prima itu, dan menemukan polanya serta menyimpulkan apa yang dimaksud dengan bilangan prima. Jadi definisi bilangan prima, kalau dengan metode penemuan ini, ditemukan oleh peserta didik, bukan hasil dari diberi tahu guru atau membaca definisi di buku.

Catamtan:
Pembelajaran dengan  Metode  Penemuan  merupakan  metode  yang  tidak menuntut waktu yang lama. Ia bisa digunakan dalam satu kali tatap muka.


Dari model-model pembelajaran yang telah diuraikan di atas, model pembelajaran dengan metode penemuan bisa diterapkan untuk kegiatan sehari- hari.  Sedangkan Project  Based  Learning  dan  Problem  Based  Learning  lebih cocok digunakan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang dikembangkan pada konsep kurikulum 2013...untuk metode lainnya akan dibahas pada pertemuan selanjutnya."

Top Ad 728x90

Featured Post Via Labels

Top Ad 728x90

Featured post

PERUBAHAN KURIKULUM 2013 REVISI TERBARU 2019

Asssalamuallaikum, wr.wr Salam semangat ya bagi semua guru dan siswa di seluruh Indonesia, kali ini saya akan membahas tentang kebijakan...

Search This Blog

Label 2