Berikut Aturan Terbaru Pembuatan RPP 2020

Beberapa pekan terakhir ini banyak sekali perubahan-perubahan baru dalam Pendidikan di Indonesia, hal ini tidak lepas dari peran Mas Nadiem sebagai Mendikbud.

Dari mulai penghapusan Ujian Nasional (UN) sampai yang baru-baru ini tentang Perangkat Pembelajaran Bagi Guru. Pada dasarnya menurut saya cukup efektip pola pengambilan kebijakanya walupun ada yang setuju dan tidak, terlepas dari itu semua Mas Nadim lebih melihat dari aspek beban Pendidikan dimana beban itu tertanam pada Siswa dalam bentuk UN serta pada Guru yaitu pada segi Aturan. 

Berikut Aturan Baru dalam pembuatan Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP)
  1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid.
  2. Bahwa dari 13 (Tiga belas) komponen RPP yang telah diatur dalam PERMENDIKBUD Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Setandar Proses Pendididkan Dasar dan Menengah, yang menjadi komponen inti adalah Tujuan Pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan penilaian pembelajaran (assessment) yang wajib dilaksanakan oleh guru, sedangkan komponen lainnya bersifat pelengkap.
  3. Sekolah, kelompok guru matapelajaran sejenis dalam sekolah, Kelompok Kerja Guru/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KKG/MGMP), dan individu guru secara mandiri untuk sebesar-besarnya keberhasilan belajar murid.
  4. Adapun RPP yang telah dibuat tetap digunakan dan dapat pula disesuaikan dengan ketentuan.
Aturan-aturan ini tertuang pada Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 Tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pada tanggal 10 Desember 2019.

Untuk Download Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 Tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Klik Disini

Sekiandulu informasi yang dapat admin sampaikan semoga bermanfaar.

Ujian Nasioal Dihapuskan (UN 2020 Menjadi Yang Terakhir)


Hapus Ujian Nasional

Baru-baru ini dunia pendidikan menjadi sorotan berita tak hanya hal ini dikarnakan Pa Nadiem yang masih muda sebagai menteri pendidikan tapi juga karena ide-ide yang di gagasnya. Setelah viral dengan pidatonya pada Hari Guru kali ini beliau juga membuat sebuah gagasan yang membuat duni pendidikan semakin “Nano-nanao” heh, ya dengan pernyataan beliau mengenai Ujian Nasional (UN) dimana dia mengatakan bahwa Ujian Nasional (UN) Tahun 2020 merupakan Ujian Nasional (UN) terakhir, dengan kata lain Ujian Nasional akan di Hapuskan, ta kaya berbagai pendapat pun muncul. Melihat gagasan pa Nadiem yang mau menghilangkan Ujian Nasional, berikut ini beberapa Negara yang tidak ada Ujian Nasional…

Negara-negara ini merupakan negara-negara hebat di dunia, mereka merupakan negara dengan sistem pendidikan terbaik dari seluruh dunia. Bahkan ada negara yang hanya sekolah 5 jam/hari tanpa PR loh. Ujian nasional merupakan salah satu ujian yang ditakuti karena katanya menentukan kelulusan mereka. Nah, bagaimana nih dengan negara-negara berkut ini yang sekolah dalam waktu singkat, tanpa PR dan tanpa Ujian Nasional. Kita lihat satu per satu yuk bagaimana sistem pendidikan mereka!

1. Finlandia

Finlandia sebagai salah satu negara maju di dunia yang memiliki sistem pendidikan terbaik dari seluruh dunia. Finlandia tidak membebankan pelajar artinya mereka sangat jarang sekali mendapatkan PR apalagi UN (Ujian Nasional). Cara belajar di finlandia 45 menit belajar, 15 menit istirahat. Evaluasi mutu pendidikan diberikan oleh guru-guru sehingga negara berkewajiban melatih guru-guru agar bisa melakukan evaluasi yang berkualitas sehingga dari evaluasi tersebut membuat siswanya mendapatkan nilai tinggi tanpa stres, sehingga mereka tahu bahwa siswanya memiliki potensi yang berbeda-beda. Di Finlandia, guru merupakan profesi yang sangat dihormati dan bahkan dokter berada di bawah peringkat guru

2. Amerika

Walau pun gak ada ujian nasional, tapi untuk masuk ke universitas siswa juga harus memenuhi kriteria nilai-nilai yang sudah ditentukan dan kriteria lainnya, biasanya gak gampang.

3. Jerman

Negara maju yang ini terkenal dengan pemikiran kreatifnya dan menjadi negara dengan ekonomi terbesar di Eropa. Negara ini juga tidak melaksanakan ujian nasional, mereka mendorong bidang pendidikan dengan serius, memiliki fasilitas pendidikan yang memadai, merancang guru profesional, mempasilitasi media pembelajaran yang banyak dan melaksanakan evaluasi terus menerus. Sehingga di negara ini siswanya tidak hanya cerdas tetapi memiliki tingkah atau perilaku yang baik pula.

4. Kanada

Pendidikan di Kanada dipasilitasi, dibiayai dan dievaluasi oleh pemerintah federal, provinsi, dan pemerintah daerah. Pendidikan berada di dalam yurisdiksi pemerintahan provinsi dan kurikulum diawasi oleh pemerintahan provinsi.

5. Australia

Di negeri kanguru ini tidak mengenal sama sekali ujian nasional melainkan Ujian State. Ujian State tidak menentukan lulus tidaknya para peserta didik tetapi sebagai penentu untuk melanjutkan pendidikan.


Menyiapkan Guru Era Pendidikan 4.0


Menyiapkan Guru Era Pendidikan 4.0

Pendidikan sejatinya memberikan daya dukung untuk setiap perkembangan potensi sumberdaya manusia (SDM) supaya bisa berkembang sesuai dengan keadaan lingkungannya. 
Oleh sebab itu pendidikan pun perlu berupaya terus memberikan revolusi dalam semua aspek baik dari segi cara pembelajarannya atau dari segi sistem pendidikan.
Evolusi bidang pendidikan dan pembelajaran ini senantiasa disesuaikan dengan keadaan zaman. Seperti halnya saat ini  kita sudah memasuki era industri 4.0  yang ditandai dengan bermunculannya industri unicorn.
Dunia Pendidikan terus berkembang dengan banyaknya massive open online course atau (kursus/bimbingan online) dimana pendidikan tidak terikat dengan zonasi, tempat, ruangan, bahkan waktu. 
Yang sering dijadikan rujukan dalam mendapatkan informasi serta pembelajaran saat ini adalah  artificial intlligence (AI) atau laman penelusuran, dimana AI ini dikembangkan untuk membantu setiap individu dapat belajar dimana pun dan kapan pun dengan menyajikan informasi secara cepat.
Perubahan besar ini akan berpengaruh pada kegiatan belajar mengajar, dimana proses belajar mengajar mengalami perubaha kearah pembelajaran Digital.
Pada kegiatan belajar mengajar Guru harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang multi-stimulasi sehingga lebih menyenangkan, menarik lebih fleksibel dalam memahami hal-hal baru dengan cepat. 
Fungsi guru bergeser secara fundamental dimana guru akan lebih sukses jika mengajarkan nilai-nilai etika, budaya, kebijaksanaan, pengalaman hingga empati sosial karena nilai-nilai itu tidak diajarkan oleh mesin.

Untuk menghadapi kemajuan teknologi yang luar biasa tersebut diperlukan pendampingan yang terus menerus terhadap Guru untuk mampuh membentuk kepribadian siswa yang tangguh dalam menghadapi era digital ini.
Selain itu dibutuhkan peran aktif semua pihak baik pendampingan orang tua, kearifan guru, dan kedewasaan masyarakat. Semoga dengan perlakukan tersebut kita mampu mewujudkan generasi emas Indonesia yang kelak akan meneruskan kita.

Featured post

Berikut Aturan Terbaru Pembuatan RPP 2020

Beberapa pekan terakhir ini banyak sekali perubahan-perubahan baru dalam Pendidikan di Indonesia, hal ini tidak lepas dari peran Mas Na...